Apakah Anda berusia di atas 40 tahun dan mengalami kesulitan saat menggerakkan bahu? Jika iya, bisa jadi Anda menderita frozen shoulder atau disebut sebagai adhesive capsulitis dan kekakuan bahu. Kondisi ini dapat terjadi dalam waktu yang lama dengan proses yang semakin memburuk hingga akhirnya dapat disembuhkan. Rentang waktu kekakuan bahu dari fase awal hingga sembuh kembali sekitar 1 hingga 3 tahun. Bukan waktu yang singkat untuk mengalami kekakuan bahu karena bahu merupakan bagian sendi yang penting untuk aktivitas. Karenanya, Anda perlu mengetahui lebih detail mengenai penyakit ini sehingga dapat memberikan pengobatan sendiri di rumah untuk mempercepat penyembuhannya.


 
Di dalam bahu, terdapat kapsul yang melindungi jaringan sendi di bawahnya. Kapsul pada bahu melindungi tulang, tendon dan ligamen. Kekakuan bahu terjadi karena terjadi jaringan parut yang menempel pada kapsul sendi sehingga membuat kapsul menempel di area bawahnya. Kondisi ini menyebabkan pergerakan yang bisa terjadi semakin sedikit hingga tercipta rasa sakit saat digerakkan. hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya jaringan parut penyebab kekakuan bahu.
 
Penderita kekauan bahu akan mengalami hari-hari yang tersiksa akibat tidak dapat menggerakkan bahu dengan maksimal. Anda akan mengalami sakit saat menggunakan pakaian, tidak bisa menggaruk bagian punggung atau mengangkat tangan ke atas. Rasa sakit ini juga akan semakin memburuk di malam hari atau di udara dingin. Berikut ini adalah fase gejala yang dialami oleh penderita kekakuan bahu:

Freezing stage.
Merupakan tahapan pertama dari kekakuan bahu dimana bahu mulai terasa sakit saat digerakkan. Kondisi ini bisa terjadi antara 2 hingga 9 bulan.
 
Frozen Stage.
Tahapan kedua dimana rasa nyeri mulai berkurang namun bahu menjadi semakin kaku sehingga sedikit sekali gerakan yang bisa dilakukan. Kondisi ini bisa terjadi antara 4 bulan hingga 1 tahun.
 
Thawing stage.
Tahapan ketiga dengan gejala kondisi bahu mulai membaik dan dapat digerakkan perlahan-lahan dengan leluasa. Kondisi ini terjadi dalam 1 hingga 3 tahun.
 
Seperti dikatakan tadi bahwa hingga saat ini penyebab dari kondisi kekakuan bahu ini belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Akan tetapi, penelitian menyebutkan ada beberapa golongan orang yang lebih beresiko terkena kekakuan sendiri, yaitu:

Memiliki usia di atas 40 tahun.
Wanita lebih beresiko dibandingkan pria.
Memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, parkinson, penyakit jantung, TBC, atau gangguan hormon tiroid.
Memiliki trauma akibat penyakit stroke, pasca operasi, patah tulang dan kondisi lainnya yang menyebabkan bahu dalam kondisi tidak dapat digerakkan hingga waktu yang cukup lama.
 
Pengobatan yang bisa dilakukan untuk pasien kekakuan bahu ini adalah dengan melakukan fisioterapi. Fisioterapi dilakukan dengan kombinasi gerakan-gerakan latihan untuk mengendurkan otot bahu dan penggunaan aliran listrik kecil yang dialirkan menggunakan teknologi transcutaneous electrical nerve stimulation. Fisioterapi dilakukan selama beberapa minggu hingga 9 bulan secara rutin agar pasien kembali dapat menggerakkan bahunya secara normal. Selain prosedur fisioterapi, dokter juga bisa melakukan terapi manipulasi bahu dimana pasien diberikan anestesi terlebih dahulu untuk mematikan rasa kemudian dokter menggerakkan bahu ke berbagai arah sehingga terjadi pelemasan jaringan ikat. Prosedur bedah juga bisa dilakukan untuk langsung menghilangkan atau mengangkat jaringan parut yang menyebabkan frozen shoulder sehingga pasien dapat kembali pulih lebih cepat dibandingkan dengan prosedur terapi.